Tentang Laluna.

 Hai, namaku Laluna Annisa Jasmine, aku biasanya hanya dipanggil Luna. aku lahir asli di kota Kediri, di 18 agustus 2008, aku dilahirkan oleh mamaku bernama Ambarsari Masruri. sejak sesudah lahir aku selalu di didik oleh ayahku yang bernama Ari Cahyono, aku ini anak bungsu dari dua bersaudara. aku mempunyai kakak laki laki yang bernama Muhammad Bima Aria Laksana, kakakku ini adalah kakak yang perkasa dan murah kasih kepada adiknya.

 Dari kecil aku sudah dididik tata cara sopan santun kepada dunia luar, aku sendiri sudah diajarkan budaya tentang berkomunikasi, bersikap dan berperilaku. aku selalu dididik dengan tegas oleh ayahku sendiri, bagaimana dia memperilakukan aku, ia sayang menyayangiku. begitupula dengan kakakku yang mengajarkanku banyak hal tentang dunia, aku selalu diajarkan dengan telaten sebagaimana ia membenarkan barang keseyangannya. kalau mama, mama itu perempuan yang tangguh, yang kuat, yang mampu membiayai anaknya untuk menjadi anak yang hebat di masa kelak. mama tidak pernah mengeluh akan apapun, beliau sendiri sangat tidak ingin jika semua anaknya benar benar menjadi anak yang ‘kurang ajar’, mama akan marah

 Hai, ini aku Laluna. remaja 13 tahun yang masih sedikit bersikap seperti anak kecil yang sedang tantrum, mama selalu hebat menghadapi remaja seperti aku, mama selalu kuat jika harus dengar teriakanku. aku selalu diberi banyak hal tentang etika berbicara, asal kalian tau, aku sangat tidak pandai untuk berbicara inti dengan banyak orang. aku selalu bodoh dalam banyak hal, meskipun itu suatu yang bukan tentang akademik. namun, ayah ingin anaknya menjadi anak yang hebat. dan pada suatu hari ayahku pernah berkata kalau “jika kamu tidak hebat dalam hal akademik, kamu harus hebat dengan etika dan akhlak mu, ayah mohon”. ayah selalu mengucapkan kalimat itu jika aku sudah mulai bertengkar dengan mama.

 Ini Laluna, yang hobinya bebenah di dapur, aku selalu mencoba banyak eksperimen di dapur. aku mempunyai prinsip, jikalau aku tidak bisa membangun masjid saat aku dewasa, aku akan mengembangkan bisnis ku menjadi seorang baker aku senang sekali kalau sudah dekat dengan hari kelahiranku, disana aku bisa membuat kue sendiri. aku mencoba merubah hidupku menjadi hidup yang tidak buruk, aku mencoba tau agama tapi tidak sampai meninggalkan pendidikanku, aku hanya ingin Laluna yang ceria, yang bisa menyinari mama dan ayah ketika malam hari, aku hanya ingin Laluna yang terang benerang.

 Cukup sekian dari saya, tentang perkenalan yang sedikit kacau. ini sebagai hadiah untuk ayah dan mama karena aku sedikit gagal menjadi Laluna yang bisa menerangi malam ayah dan mama. terimakasih ya, ma sudah mau ngelahirin Laluna yang sekarang, termakasih ayah sudah mampu mendidik Laluna.

 -Ini dari Laluna, pelita ayah dan mama 




Posting Komentar

0 Komentar